Sahabat MQ, Sunnah merupakan salah satu hukum dalam islam, yang artinya ialah apabila dikerjakan maka akan mendapatkan pahala, bila ditinggalkan tidak akan mendapat siksa/dosa. Namun sebagai seorang hamba, tidak seharusnya kemudian kita menyepelekan sholat-sholat sunnah, karena ada banyak sekali keutamaan yang Allah sediakan bagi mereka yang mengerjakannya. Di samping itu, kita dapat belajar dari Rasulullah SAW yang menunaikan sholat tahajud begitu lama dan khusyuk hingga kaki beliau bengkak dan pecah-pecah, padahal beliau sudah dijamin masuk syurga dan pasti diampuni dosa-dosanya. Rasul melakukannya karena ingin bersyukur pada Penciptanya. Lantas bagaimana dengan kita yang jarang bersyukur dan masih banyak dosa ini? Tidak malukah kita atas rutinitas sunnah yang dilakukan Rasul???
Sahabat MQ, Ada banyak ibadah sholat sunnah yang dapat kita lakukan, antara lain :
- Sholat rawatib. Dilihat dari arti katanya, sholat rawatib ini berarti sholat yang “mengiringi” sholat fardhu, baik sebelum (qobliyah) dan sesudah (ba'diyah). Sholat sunnah rawatib yang bisa dilakukan yakni 2 rokaat sebelum subuh, 2 rokaat sebelum dan sesudah duhur, 2 rokaat sebelum ashar, 2 rokaat sesudah maghrib, serta 2 rokaat sebelum dan sesudah sholat isya'.
- Sholat tahajud (qiyamul lail). Ini adalah sholat sunnah yang dilakukan di sepertiga malam yang akhir, di saat orang lain masih terlelap dalam tidurnya. Sepertiga malam yang akhir juga merupakan salah satu waktu spesial di mana doa yang dipanjatkan pada saat itu sangat ijabah (mudah dikabulkan Allah) dan Allah pun turun ke langit yang paling dekat dengan bumi. Hambatan utama yang selama ini dialami oleh orang-orang untuk mendirikan qiyamul lail ini adalah susah bangun di saat itu. Kita dapat mencontoh Rasulullah dengan tidar malam di awal waktu (bila setelah sholat isya' tidak ada keperluan), benar-benar berniat untuk sholat tahajud, sehingga dapat bangun di sepertiga malam yang akhir. Pada dasarnya jumlah rokaat maksimalnya tidak dibatasi, minimal 2 rokaat. Akan tetapi kita dapat melalukannya seperti Rasulullah, yaitu 2 rokaat salam hingga 8 rokaat kemudian ditutup dengan sholat witir 3 rokaat.
- Sholat dluha. Ini adalah sholat yang dilakukan di sela-sela waktu beraktivitas kita, yakni setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : " Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya " ( HR.Hakim dan Thabrani ).
Sahabat MQ, Sholat-sholat sunnah ini merupakan upaya kita untuk bisa terus berdekatan dengan Allah SWT. Semoga kita dapat termotivasi dan segera memulainya minimal dari yang mudah dahulu dan bisa istiqomah.
Narasumber : Ustadzah Richanah Hanif


