Radio MQ Jogja Details » KESEHATAN MUSLIMAH − DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA −
KESEHATAN MUSLIMAH - DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA -

   Sahabat MQ, Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kanker serviks merupakan kanker nomer 2 yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Kanker ini juga merupakan kanker nomer 1 yang paling sering menyebabkan kematian pada perempuan di Indonesia. Sedangkan di dunia, setiap 2 menit seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Kanker serviks ini disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan tipe 18.

 

  • Berikut ini ialah faktor-faktor resiko kanker serviks :
  1. Hubungan seksual di usia dini (di bawah 16 tahun)
  2. Berganti-ganti pasangan
  3. Infeksi saluran genital bawah
  4. Merokok
  5. Daya imunitas tubuh rendah
  6. Kurang gizi
  7. Mempunyai suami yang tidak setia
  8. Faktor kemiskinan
  • Pencegahan dan deteksi dini yang dapat dilakukan :
  1. Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)

    Sahabat MQ, Metode IVA ini tergolong sederhana, nyaman dan praktis. Caranya adalah dengan mengoleskan asam cuka (asam asetat) pada leher rahim dan melihat reaksi perubahan yang terjadi, prakanker dapat dideteksi. Biaya yang dikeluarkan pun juga relatif murah, berkisar antara Rp 3.000 – Rp 10.000
Selain prosedurnya tidak rumit, pendeteksian dini ini tidak memerlukan persiapan khusus dan juga tidak menimbulkan rasa sakit bagi pasien. Letak kepraktisan penggunaan metode ini yakni dapat dilakukan di mana saja, dan tidak memerlukan sarana khusus.
    Pemeriksaan IVA dilakukan dengan cara melihat langsung leher rahim yang telah dioles dengan larutan asam asetat 3 hingga 5 persen. Jika tidak ada perubahan warna atau tidak muncul plak putih, maka hasil pemeriksaan dinyatakan negatif. Sebaliknya, jika leher rahim berubah warna menjadi merah dan timbul plak putih, maka dinyatakan positif lesi (pucat) atau kelainan prakanker.
    Terdapat empat kategori yang dapat diketahui dari hasil pemeriksaan dengan metode IVA. Pertama, IVA negatif, artinya tidak ada tanda atau gejala kanker mulut rahim atau serviks normal. Kedua, IVA radang, artinya serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya seperti polip serviks. Ketiga, IVA positif yaitu ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan screening kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis serviks prakanker. Dan keempat, IVA kanker serviks, ini pun masih memberikan harapan hidup bagi penderitanya jika masih pada stadium invasive dini.

      2. Pap Smear

    Dokter atau perawat memasukkan speculum ke vagina pasien untuk mengambil sample dari cervix. Pap smear biasanya tidak dilakukan selama menstruasi. Prosedur ini dapat menimbulkan sedikit rasa sakit, namun hal ini bergantung kepada anatomi pasien, faktor psikologi, dan lain-lain. Sample kemudian diuji di laboratorium dan hasil diperoleh dalam waktu sekitar 3 minggu. Sedikit pendarahan, kram, dan lain-lain dapat terjadi sesudahnya.

  • Gejala-gejala kanker serviks :
  1. Keputihan yang tidak normal
  2. Nyeri panggul
  3. Sakit saat buang air kecil
  4. Pendarahan pasca hubungan seks
  5. Pendarahan spontan

    Sedangkan kanker payudara merupakan suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara, Hal ini bisa terjadi terhadap wanita maupun pria. Dari seluruh penjuru dunia, penyakit kanker payudara (Breast Cancer/Carcinoma mammae) diberitakan sebagai salah satu penyakit kanker yang menyebabkan kematian nomor lima (5) setelah ; kaker paru, kanker rahim, kanker hati dan kanker usus.

  • Faktor resiko kanker payudara :
  1. Keturunan
  2. Haid dini (di bawah usia 10 tahun)
  3. Terlambat menopause (di atas 55 tahun)
  4. Tidak punya anak, tidak menyusui
  5. Mempunyai tumor jinak
  6. Ukuran payudara kanan dan kiri tidak simetri

    Sahabat MQ, Untuk mengetahui sedini mungkin terkait kanker payudara ini para perempuan dapat melakukan apa yang disebut dengan istilah (SADARI) atau deteksi payudara dini. Caranya bisa dengan berdiri di depan cemin untuk melihat apakah ukuran payudaranya simetris atau tidak dan apakah ada benjolan-benjolan. Deteksi dini ini bisa juga dilakukan sambil berbaring. Bila yang akan diperiksa adalah payudara kanan, maka letakkan bantal kecil di bawah punggung sebelah kanan. Gunakan tangan untuk meraba sekitar payudara kanan sambil agak ditekan untuk bisa merasakan apakah ada benjolah atau tidak, bisa dengan arah melingkar atau atas-bawah. Raba juga daerah di atas dada dan di bawah ketiak. Begitu juga dengan payudara sebelah kiri. Lakukan hal ini pada hari ke-7 pasca menstruasi setiap bulannya.
    Dengan informasi ini semoga semua perempuan sadar untuk sedini mungkin mendeteksi dan mencegah bahaya kanker serviks dan payudara.

Narasumber : Sari Hastuti

Berita terkait:


List of Comment(0) >>

Komentar kosong.

Tambah Your Comment Here


Nama: *
Email: *
Tampilkan Email:
Website:
Komentar:
Are You Machine?:
9 + 5 = *
Search


[ advance ]

User Information
Bad Images
MQ Radio
Kategori Berita
Jadwal Shalat